Adumanis adalah sebuah desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur di Provinsi Sumatera Selatan.
Iklim di desa Adumanis termasuk tropis basah dengan variasi curah hujan antara 2.554 - 3.329 mm/tahun. Topografi di desa Adumanis dapat digolongkan ke dalam wilayah datar, bergelombang, berbukit, dengan ketinggian diatas permukaan laut berkisar antara 35 – 67 m di atas permukaan Laut.
Di dekat desa Adumanis terdapat Sungai Komering yang merupakan salah satu dari sembilan sungai besar di Propinsi Sumatera Selatan.
Sedangkan suku komering berasal dari nama sebuah sungai yang membentang sepanjang wilayah yang dikenal dengan nama sungai atau wilayah komering, Melalui sungai itulah aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi mudah dilakukan. Secara tradisi masyarakat mengidentifikasikan dirinya berdasar pola tempat tinggal mereka yang berada di sekitar aliran sungai. Masyarakat atau suku Komering adalah masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Komering.
Menurut Sumber yang di alansir: Media Indonesia, Minggu, 23 Oktober 2007 . Berdasarkan cerita rakyat di masyarakat Komering, suku Komering dan suku Melayu Batak, Sumatra Utara, dikisahkan masih bersaudara. Kakak beradik yang datang dari negeri seberang. Setelah sampai di Sumatra , mereka berpisah. Sang kakak pergi ke selatan menjadi puyang suku Komering, dan sang adik ke utara menjadi puyang suku Batak.
Karakter suku Komering Adumanis ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas sampai keluar pulau sumatera bahkan sampai keluar Negeri, hal ini diperkuat dengan mitos bahwa puyang suku komering adumanis yaitu Tanjung Idrus Salam adalah penjelajah dan salah satu penyebar agama Islam di wilayah Sumatera.
Suku Komering Adumanis, mayoritas pemeluk Islam sebagai sebuah agama dan kepercayaan. Kedatangan Islam di Wilayah Komering itu jualah yang melahirkan mitos. Mitosnya mengenai seorang Wali dari tanah seberang, bernama Tanjung Idru Salam, yang menjadi tamu di daerah marga Komering.
Berdasarkan cerita tetua adat di masyarakat Komering Adumanis, bahwa Tanjung Idrus Salam masih merupakan kerabat dekat dari salah satu Wali Songo yaitu Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Hanya saja sampai sekarang masih simpang siur apakah beliau merupakan salah satu putera atau adik dari Sunan Gunung Jati.
Dikisahkan bahwa beliau datang menggunakan perahu menelusuri Sungai Komering. TanjungIdrus salam berlabuh di daerah Komering, tepatnya di Dusun Adumanis dan menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Kemudian Tanjung Idrus Salam menetap dan bermukim di Komering, yang disebut Dusun Adumanis hingga akhir hayatnya dan dimakamkan disuatu tempat yang diberi nama Adumanis Tuha. Hingga kini makam tersebut masih terpelihara. Masyarakat Komering, khususnya marga Adumanis, sering berziarah kubur ke makam tersebut.
Sedangkan suku komering berasal dari nama sebuah sungai yang membentang sepanjang wilayah yang dikenal dengan nama sungai atau wilayah komering, Melalui sungai itulah aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi mudah dilakukan. Secara tradisi masyarakat mengidentifikasikan dirinya berdasar pola tempat tinggal mereka yang berada di sekitar aliran sungai. Masyarakat atau suku Komering adalah masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Komering.
Menurut Sumber yang di alansir: Media Indonesia, Minggu, 23 Oktober 2007
Karakter suku Komering Adumanis ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas sampai keluar pulau sumatera bahkan sampai keluar Negeri, hal ini diperkuat dengan mitos bahwa puyang suku komering adumanis yaitu Tanjung Idrus Salam adalah penjelajah dan salah satu penyebar agama Islam di wilayah Sumatera.
Suku Komering Adumanis, mayoritas pemeluk Islam sebagai sebuah agama dan kepercayaan. Kedatangan Islam di Wilayah Komering itu jualah yang melahirkan mitos. Mitosnya mengenai seorang Wali dari tanah seberang, bernama Tanjung Idru Salam, yang menjadi tamu di daerah marga Komering.
Berdasarkan cerita tetua adat di masyarakat Komering Adumanis, bahwa Tanjung Idrus Salam masih merupakan kerabat dekat dari salah satu Wali Songo yaitu Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Hanya saja sampai sekarang masih simpang siur apakah beliau merupakan salah satu putera atau adik dari Sunan Gunung Jati.
Dikisahkan bahwa beliau datang menggunakan perahu menelusuri Sungai Komering. TanjungIdrus salam berlabuh di daerah Komering, tepatnya di Dusun Adumanis dan menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Kemudian Tanjung Idrus Salam menetap dan bermukim di Komering, yang disebut Dusun Adumanis hingga akhir hayatnya dan dimakamkan disuatu tempat yang diberi nama Adumanis Tuha. Hingga kini makam tersebut masih terpelihara. Masyarakat Komering, khususnya marga Adumanis, sering berziarah kubur ke makam tersebut.